Buku Anak Muda Inisiator Pembangunan (Isu-Isu Kontemporer Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Berbasis Gender) hadir sebagai wujud tindak lanjut dari kegiatan Jombang Youth Initiative Musrenbang (Juli 2024). Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama Women’s Crisis Center (WCC) Jombang, Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI), dan didukung oleh Program Right Here Right Now 2. Buku ini menghimpun berbagai perspektif, pengalaman lapangan, serta gagasan kritis dari para aktivis muda, pendamping korban, akademisi, dan praktisi di Kabupaten Jombang.
1. Tantangan & Realita Orang Muda
Buku ini memotret kompleksnya permasalahan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) serta Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) yang dihadapi kelompok muda dan rentan:
- Stigma Layanan Kesehatan: Remaja sering mengalami diskriminasi, victim-blaming, dan perlakuan menyudutkan dari tenaga kesehatan saat mengakses layanan kesehatan reproduksi.
- Kelompok Rentan yang Terpinggirkan: Anak muda dengan disabilitas dan Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) mengalami beban ganda berupa stigma sosial, penolakan akses pendidikan/layanan publik, hingga keterbatasan ruang berpartisipasi.
- Kekerasan Seksual & Trauma: Maraknya kasus kekerasan seksual (baik langsung maupun berbasis online/KBGO) di berbagai ruang aman—termasuk sekolah, lingkungan rumah, dan lembaga keagamaan—serta tingginya stigma masyarakat yang memicu depresi hingga tindakan self-harm pada korban.
2. Pokok-Pokok Gagasan Utama
Melalui 5 bab pembahasan, buku ini menguraikan langkah transformatif bagi pemuda dan masyarakat:
- Kepemimpinan & Growth Mindset: Belajar dari sejarah perjuangan tokoh muda (seperti Kartini dan pejuang era kolonial), anak muda dituntut keluar dari zona nyaman dan pola pikir statis (fixed mindset) untuk melabrak norma patriarki/feodal demi perubahan sosial.
- Penguatan Hak Anak Muda & Inklusivitas: Mengubah cara pandang terhadap difabel dan ODHIV—bukan sekadar objek belas kasihan/bantuan, melainkan subjek perubahan yang berhak atas perlindungan identitas, edukasi kespro, dan keterlibatan aktif.
- Keadilan Gender & Pendampingan: Mengikis stigma terhadap pendamping korban (terutama pendamping perempuan dan orang muda) serta mendorong perlindungan hukum dan emosional bagi mereka sesuai amanat UU No. 12 Tahun 2022 (UU TPKS).
- Respon Komunitas & Pesantren: Membongkar ketabuan edukasi HKSR di lingkungan keagamaan (seperti pesantren) melalui program edukatif yang ramah santri guna mencegah kekerasan seksual.
- Aspirasi Kebijakan (MIYP): Menerapkan prinsip Meaningful Inclusive Youth Participation (MIYP) agar gagasan anak muda diakui dan diintegrasikan secara nyata dalam perencanaan pembangunan daerah (Musrenbang) serta pembuatan regulasi berbasis data.
Kesimpulan
Secara garis besar, buku ini menegaskan bahwa anak muda bukan hanya kelompok yang terdampak oleh kebijakan, melainkan agen perubahan kunci. Melalui edukasi HKSR yang komprehensif, penghapusan stigma, dan partisipasi bermakna, orang muda dapat memimpin terwujudnya masyarakat yang inklusif, adil gender, serta bebas dari kekerasan
Silahkan download file Pdf DISINI

