Ringkasan Modul
Modul panduan guru ini dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Rutgers WPF Indonesia. Dokumen ini disusun untuk membekali pendidik, pengasuh, serta orang tua dalam memberikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) yang komprehensif dan inklusif bagi remaja penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita).
Kunci Points Utama
- Urgensi dan Latar Belakang : Remaja dengan disabilitas intelektual memiliki perkembangan fisik dan biologis (seperti pubertas) yang sama dengan remaja pada umumnya. Namun, keterbatasan kognitif dan akses informasi membuat mereka sangat rentan terhadap perilaku seks berisiko, pelanggaran kebersihan reproduksi, hingga kekerasan dan pelecehan seksual.
- Materi PKRS Komprehensif : Modul ini mencakup berbagai tema utama yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja:
- Pubertas & Kebersihan Tubuh : Pengenalan perubahan fisik/primer (menstruasi, mimpi basah), pengelolaan emosi, serta tata cara kebersihan diri (mandi, perawatan alat kelamin, penggunaan pembalut).
- Gender & Hak Kesehatan Reproduksi (HKSR) : Pemahaman tentang konsep laki-laki dan perempuan, kesetaraan gender, serta hak-hak dasar reproduksi.
- Relasi & Perlindungan Diri : Edukasi mengenai hubungan sosial/romantis yang sehat, pemahaman risiko kehamilan dan IMS/HIV-AIDS, batas sentuhan yang pantas/tidak pantas, hingga cara merespons dan melaporkan kekerasan seksual atau bullying.
- Metode Pembelajaran Khusus : Penyampaian materi disesuaikan dengan karakteristik belajar anak tunagrahita, seperti:
- Prinsip keterbukaan, penyederhanaan bahasa, repetisi (pengulangan), dan sifat non-judgmental.
- Penggunaan media konkret/3D dan ilustrasi visual.
- Pendekatan pembelajaran langsung (direct instruction) yang terdiri dari fase orientasi, demonstrasi, latihan terstruktur, latihan terbimbing, hingga latihan mandiri.
- Integrasi Kurikulum dan Kolaborasi : Modul memberikan panduan praktis bagi guru untuk mengintegrasikan materi PKRS ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran yang ada (seperti IPA, PJOK, Agama, PKn, dan Pengembangan Diri). Selain itu, ditekankan pentingnya komunikasi berkesinambungan antara pihak sekolah, orang tua (home visit, buku penghubung, parenting), serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas stigma.
Silahkan Download file Pdf DISINI

