Jalan Pattimura Selatan Blok B No. 7, Jombang Jawa Timur

Meningkatnya angka kekerasan seksual pada anak dalam beberapa tahun terakhir menjadi potret memprihatinkan yang menuntut perhatian bersama. Anak-anak, yang secara undang-undang dijamin haknya untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, sering kali harus membawa luka trauma mendalam yang dapat merusak masa depan mereka. Merespons situasi kritis ini, Women’s Crisis Center (WCC) Jombang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang melalui Dinas PPKB PPPA serta berbagai elemen masyarakat menginisiasi penyusunan modul panduan pemulihan trauma (trauma healing) secara partisipatif.

Kekerasan seksual bukan sekadar pelanggaran fisik, melainkan sebuah guncangan hebat yang melanggar batasan emosional anak. Dampak traumatik yang ditimbulkan dapat merusak rasa percaya anak terhadap dunia dan orang dewasa, memicu kecemasan, depresi, hingga pengasingan diri akibat stigma sosial. Oleh karena itu, modul ini hadir sebagai panduan awal bagi para fasilitator untuk menjembatani proses pemulihan yang berfokus pada tiga pilar utama:

  1. Anak Penyintas : Membantu anak mengenali emosi, menggali potensi diri, dan membangun ketangguhan (resiliensi) untuk merumuskan kembali cita-cita masa depan mereka.
  2. Keluarga : Memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama pemulihan melalui edukasi, manajemen stres, pemulihan diri (self-healing), serta komunikasi yang empatik dan aman bagi anak.
  3. Masyarakat : Memobilisasi kekuatan lingkungan sekitar dengan membangun sistem dukungan sosial, pemetaan aset komunitas, serta penguatan kesadaran hukum demi menciptakan ruang yang aman dan berpihak pada anak.

Melalui pendekatan yang integratif dan penuh empati, modul ini menegaskan bahwa pemulihan trauma anak penyintas kekerasan seksual adalah tanggung jawab kolektif. Dengan sinergi yang kuat antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, anak-anak penyintas diharapkan dapat melepaskan beban emosi negatif, menemukan kembali kekuatannya, dan melangkah dengan percaya diri untuk meraih impian mereka di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *